Sunday, November 27, 2016

Ketika Amay Menggenggam Piala

Amay paling kanan saat menggenggam pialanya. ☺


Hari Rabu lalu, tanggal 23 Nopember, saya menerima sebuah surat dari Sekolah Amay. Isinya adalah bahwa Amay akan mewakili sekolah untuk mengikuti lomba menyusun puzzle. Saya sebenarnya ragu, apakah Amay bisa? Apalagi Amay ini pemalu. Dia juga kurang percaya diri. Bahkan, jelang lomba di hari Sabtu 26 Nopember kemarin, dia bilang, "Mama, kalau Mas Amay kalah ngga apa-apa ya?"

Duh, Nak... Mama nggak menuntut kamu untuk jadi nomor satu. Yang penting kamu percaya pada kemampuanmu, itu sudah cukup. Mas Amay ditunjuk sebagai wakil sekolah saja sudah membuat Mama bangga koq. ☺

Mungkin Amay berkata seperti itu karena dia pernah kalah waktu mewakili sekolah dalam lomba melukis caping. Saya sih tidak berharap apa-apa waktu itu, karena dia memang tidak ada persiapan. Jadi, dia baru diminta untuk mewakili sekolah, sehari sebelum lomba melukis itu berlangsung. Dan saya baru diberi tahu setelah Amay pulang sekolah. Keputusan yang mendadak itu diambil karena kandidat yang sudah dipersiapkan ternyata usianya melebihi batas, yaitu 6 tahun. Dan lagi, lomba melukis caping itu berpasang-pasangan, dan Amay berpasangan dengan kakak kelasnya yang seorang perempuan.

Komplit kan yaa..hehe...

duh, bangganya Mama padamu, Nak. 

Nah, kalau lomba kemarin, Amay ada waktu berlatih di rumah selama dua hari. Dia memang tidak berlatih di sekolah karena kebetulan di hari Kamis, sekolah mengadakan field trip ke kebun sayur. Hari Jumat pun, Amay libur.

Dua hari itu Amay bukan berlatih menyusun puzzle. Kami, saya dan papanya, lebih berusaha membangun kepercayaandirinya. Kami katakan padanya, "Mas Amay waktu itu main puzzle dinosaurus di HP Mama aja jago, kan?" Iya sih, sekarang game itu sudah saya hapus dari HP, karena kalau sudah main game, Amay jadi lebih gampang marah dan suka lupa waktu.

Tapi kata-kata itu ternyata lumayan menaikkan rasa percaya dirinya. Dan alhamdulillah, meskipun mungkin bagi orang lain "hanya" juara Harapan 3, tapi itu sudah sangat membuat kami bangga.

Teman sekolahnya, Aqsya, meraih juara 3. Jadi, dari sekolah Amay, 2 orang yang mengikuti lomba menyusun puzzle itu, dua-duanya keluar sebagai juara. Duh, bangganya.. ☺

Alhamdulillah, sekolah Amay mendapat 4 piala di lomba kemarin. Keren kan? Hehe...

Bersama para Ustadzah dan teman-teman yang ikut berjuang. TKIT Bina Madina membawa 4 piala. ☺

2 comments:

  1. Selamat ya Mas Amay..selamat juga buat bunda nya, kerna Mas Amay bisa tampil percaya diri..
    Semangat terus ya Mas Amay 💪💪💪👍

    ReplyDelete