Mas Amay Belajar Berbagi; Jual Buku untuk Korban Gempa Lombok, Palu dan Donggala

by - November 02, 2018


Assalamu’alaikum semua... 

Sepertinya sudah lama sekali blog ini tidak terisi. Maklum, mamakepiting lagi sok sibuk banget nih. Salah satunya, di awal bulan Oktober kemarin, mamakepiting dan papabebi merealisasikan rencana kami untuk memperbanyak buku karangan Mas Amay yang berjudul Kuro dan Peni.

Mama sudah pernah ceritakan tentang buku Mas Amay itu di “Dongeng Fabel Karya Mas Amay”.

Beruntung sekali Mas Amay memiliki papa yang kreatif. Cerita Mas Amay itu dipoles sedemikian rupa sehingga menjadi buku yang enak dibaca.

Proses kreatif itu dimulai sejak bulan Juli. Mas Amay diminta oleh papa untuk menggambar tokoh-tokoh dalam cerita yang dibuatnya. Seperti ini:


ikan pari, ikanbelang, kepe monyong dan kepiting
gambar lautnya



Kuro dan Peni
rumput laut, bintang laut, dan terumbu karang


sampah-sampah di lautan
perahu nelayan

air laut yang keruh oleh sampah
nelayan, jaring, dan petugas kebersihan pantai
suasana di tepi pantai


mobil pengangkut sampah
ubur-ubur, kuda laut, gurita, dan ikan-ikan












FYI, papa yang mewarnai gambar-gambar itu, karena Mas Amay belum terlalu jago dalam pewarnaan. Papa juga yang me-layout-nya halaman demi halaman, hingga tokoh-tokoh itu hadir dalam sebuah cerita yang utuh.

Dan jadilah seperti ini:







Untuk versi lengkapnya, bisa dilihat di https://issuu.com/yopieherdiansyah/docs/kuro___peni_-_2

Sedikit cerita, sebenarnya buku ini pernah diikutkan dalam sebuah lomba membuat e-book yang diadakan Ditjen PAUD Kemdikbud. Sayangnya, Mas Amay dan Papa belum beruntung. Namun, sedari awal Mama sudah berniat, jikapun mereka gagal menjadi juara, Mama tetap akan mencetak buku ini sendiri.

Dan akhirnya keinginan itu terealisasi.

Latar belakang dicetaknya buku ini adalah untuk mengumpulkan donasi bagi korban gempa Lombok. Kami ingin mengajarkan pada Amay tentang makna berbagi. Bahwa berbagi itu mengayakan jiwa, dan berbagi tak pernah membuat rugi. Jadi, meski kita tak punya banyak harta, kita bisa membantu dengan tenaga dan pikiran juga.

Alhamdulillah, berkat dukungan teman-teman semua, 56 eksemplar Kuro dan Peni sudah berpindah tangan. Dan hasil dari penjualan buku tersebut, terkumpul Rp 1.060.000,00, dan semuanya sudah kami serahkan kepada LAZIS Solo Raya, perantara yang kami tunjuk untuk menyalurkan donasi ke Lombok, Palu dan Donggala. 

Memang masih ada pemesan buku ini, tapi mohon maaf, untuk donasi sudah kami tutup. Jadi,  untuk pemesan berikutnya, keuntungannya jadi milik Mas Amay yaa.. ☺☺





Dan berikut rincian modal dan pendapatannya, sehingga muncul angka Rp 1.060.000,00 ya...



Ini adalah biaya cetaknya. Dengan kertas "art paper", 120 lembar A3 (kemudian dibagi 4, sehingga menjadi kertas berukuran A5) untuk 30 eksemplar, biayanya adalah Rp 315.000,00. Kami mencetak sebanyak dua kali, untuk memenuhi permintaan 60 eksemplar.

Jadi, total biaya cetak dan potong adalah Rp 630.000,-



Ini adalah biaya jilid spiral. Karena dirasa agak mahal, jadi Papabebi hanya menjilid sebanyak 15 eksemplar. 



Dan alhamdulillah, ketemu juga tempat menjilid yang agak murah di dekat kampus UMS. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan toko pertama yaa... Masuk akal koq kalau di dekat UMS lebih murah, karena dekat kampus, otomatis persaingan lebih ketat kan... Dan kami mencari yang lebih murah dengan tujuan agar donasi untuk korban gempa bisa terkumpul lebih banyak lagi. Lumayan kan, bertambah Rp 4.000,- per eksemplarnya.

Kami juga membeli amplop untuk mengirim ke luar kota sebanyak 18 buah dengan harga @1.500. Jadi, untuk amplop, biayanya adalah Rp 27.000,00.  

Jadi, total modal cetak kemarin adalah: 630.000 + 105.000 + 90.000 + 45.000 + 27.000 = Rp 897.000,00

Dan ahamdulillah, jumlah uang yang masuk adalah sebesar Rp 1.956.000,00. Jadi, jika dikurangi modal, maka keuntungannya adalah Rp 1.059.000,00. Untuk LAZIS kami genapkan menjadi Rp 1.060.000,00

Mungkin ada yang bertanya, Kuro dan Peni harganya Rp 30.000,00 tapi mengapa jumlah uang yang masuk ada Rp 1.956.000,00 padahal yang terjual adalah 56 eksemplar? Jawabannya adalah karena ada satu orang yang mentransfer 200.000, padahal yang dibeli hanya 1. Ada pula yang membayar Rp 50.000,00 untuk 1 buku. Jadi alhamdulillah ada tambahan lagi.

Alhamdulillah. Jujur, saya dan suami tak menyangka bahwa langkah kami ini mendapatkan support sehebat ini dari teman-teman semua. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Semoga donasi dari teman-teman bermanfaat untuk saudara-saudara kita di Lombok, Palu dan Donggala. Semoga Allah membalas semua kebaikan teman-teman yaa... Aamiin YRA.


NB: Untuk saat ini, di rumah masih ada sisa 4 eksemplar. Mohon keridhoan teman-teman ya, jika yang ada di rumah ini nanti hasil penjualannya untuk Mas Amay semua. Terima kasih. :)


You May Also Like

0 comments