NHW 4, Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah

by - February 25, 2019

Tak terasa, ternyata sudah sebulan lebih Mama berada di kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Nice Homework atau kami menyebutnya NHW, sudah memasuki minggu ke 4. Semakin ke sini materinya semakin berat. Mama hampir saja menyerah, huhu... Tapi Mama akan mencoba bertahan. Kelas yang penuh manfaat ini terlalu sayang untuk begitu saja ditinggalkan. Eman-eman, ya kan?

Di NHW 1, setelah belajar tentang adab menuntut ilmu, Mama menetapkan satu jurusan ilmu yang ingin Mama pelajari, yaitu tentang sabar. Namun sepertinya, Mama harus berubah haluan, supaya ilmu ini lebih terukur. Ilmu sabar memang sangat penting, tetapi siapa yang dapat memberi ukuran secara tepat? Dan akhirnya, Mama memutuskan ingin belajar menulis saja. Hehe..

Seperti kata Eyang Pramoedya Ananta Toer, "Karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari."

Kutipan dari Pramoedya Ananta Toer

Mama berharap, dengan menulis hal-hal yang bermanfaat seperti ini di media blog ini, akan ada banyak orang yang mendapatkan manfaat dari sini. Siapa tahu, dengan rahmat dari Allah ta'ala, tulisan yang Mama buat bisa mengalirkan pahala jariyah, yang bisa menambah catatan amal Mama saat Mama tak ada nantinya.

Berarti di NHW 2, Mama juga harus mengubah check list harian yaa.. Hehe.. Untuk menjadi emak blogger yang juga ibu profesional kebanggaan keluarga, Mama harus rajin menulis. Mama harus menuliskan hal-hal yang bermanfaat, dengan referensi yang tepat, jadi bukan hanya rajin menuliskan curhat. Ups...

Mama jadi ingat Tante Ran dan Tante Widut, tante-tante di #BloggerKAH yang mencemplungkan Mama di IIP ini. Mereka rajin-rajin banget ngeblognya. Mereka juga selalu menyuntikkan semangat saat Mama malas-malasan. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau telah mengelilingi hamba dengan orang-orang baik. ☺


Milestone Mama Sebagai Blogger

Jika dirunut kembali, bagaimana Mama bisa menjadi seorang Emak Blogger, semuanya tak lepas dari jasa Papa.

2010, Papa membuatkan blog kayusirih, agar Mama bisa mengisi waktu luang pasca resign dari mengajar. Tapi karena Mama tidak pede dengan tulisan Mama sendiri, blog itu kosong melompong sampai beberapa tahun.

Alhamdulillah, keinginan untuk menulis muncul kembali 3 tahun setelahnya.

2013, Mama bergabung di beberapa komunitas menulis di facebook. Mama mencoba menulis apapun. Kalau ada ide menulis fiksi, Mama menulis fiksi. Mama juga sesekali menulis di blog kayusirih.

Di tahun itu juga, Mama bergabung dengan Komunitas Emak Blogger atau KEB. Dari berkomunitas, Mama "mencuri-curi" ilmu dari teman-teman Mama.

2018, ketika KEB Chapter Solo diresmikan, Mama diminta membantu Tante Ety Abdoel yang menjabat sebagai ketuanya. Mama diminta untuk memegang kendali di instagram @emakbloggersolo. Menjadi Makmin instagram, banyak juga ilmu yang Mama dapatkan. Utamanya dari tante Ranny Afandi yang telah mengajari Mama banyak hal.

Mama bersama Makmin KEB Solo lainnya.

Sampai kini, jelang 6 tahun belajar menulis, Mama sudah merasa jauh lebih baik dari Mama yang dulu. Yang gaptek, yang kurang percaya diri, yang sering merasa inferior. Jika dulu Mama takut berbicara di depan orang banyak, sedikit demi sedikit Mama mulai berani mengungkapkan apa yang Mama pikirkan. Mama mulai bisa mengontrol diri, menempatkan rasa malu pada tempatnya.

Alhamdulillah...

Tetapi Mama tak boleh cepat puas. Masih banyak yang harus Mama pelajari, agar Mama bisa menjadi ibu sekaligus blogger yang profesional.

Seperti ilmu yang Mama dapatkan di KEB Intimate bulan Januari lalu, sebagai seorang perempuan, ada lima peran yang tak boleh dilupakan. Peran di sini mungkin sama dengan fitrah.

1. Sebagai istri
2. Sebagai ibu
3. Sebagai diri sendiri
4. Sebagai anak
5. Sebagai makhluk sosial

Nah, sebagai blogger, tanggung jawab Mama ada dua. Sebagai diri sendiri, dan sebagai makhluk sosial. Untuk itu, Mama harus tetap belajar, agar konten yang Mama buat bisa disenangi dan berguna bagi banyak orang.

Mama harus kembali mencari jati diri, agar tulisan Mama bisa dengan mudah dikenali. Nah, ini dia tantangannya. Bagaimana agar orang-orang bisa tahu jika ini tulisan Mama Arinta, meski di situ tak tertulis nama Mama? Susah sih kelihatannya, tapi tetap harus dicoba. Ya ngga?

Masih jauh langkah yang harus Mama tempuh di IIP. Ini baru Matrikulasi. Kelak akan ada Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, dan Bunda Shaleha. Terus terang, Mama belum ada ide apapun. Boleh ngga sih, mikirnya nanti saja? Hihi... *langsung dilirik sama Mbak Fasil. Tetapi jika melihat pada diri Mama sendiri, Mama merasa menjadi seseorang yang lebih bahagia dan bermanfaat setelah Mama melakukan apa yang Mama sukai. Menulis adalah hobi, meski Mama masih belum menjadi penulis sejati.

Untuk itu, pada Mas Amay dan Dek Aga, Mama akan melakukan hal yang sama. Mama akan dampingi anak-anak Mama untuk menemukan hal yang membuat mereka bahagia ketika mereka melakukannya. Meski ternyata menentukan pilihan dan membuat keputusan adalah hal yang tak mudah. Akan tetapi, andaipun pilihan kita belum tepat, semoga apa yang kita jalani masih sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia. Aamiin YRA. 

You May Also Like

0 comments