#TanyaMama 2; Apa Jadinya Jika "Bayi" 9 Tahun Bertanya Soal Pernikahan?

Saturday, June 6, 2020


Mengobrol dengan anak-anak sebelum mereka tidur, atau istilah kerennya adalah pillow talk, adalah momen yang paling Mama sukai. Saat seperti ini, kami jadi lebih mudah bicara dari hati ke hati. Namun, apa jadinya kalau tiba-tiba anak kita bertanya-tanya tentang pernikahan? Anaknya baru 9 tahun pula!
Jika Anak Bertanya Soal Pernikahan
"Laki-laki kalau lihat perempuan cantik, pasti langsung pengen menikah. Ya to, Ma?" tanya Mas Amay tiba-tiba.

Belum sempat Mama jawab, Mas Amay tanya lagi, "Kalau perempuan kayak gitu juga nggak, Ma? Kalau lihat laki-laki yang ganteng, langsung pengen menikah juga nggak?"

Mama diam sebentar, lalu jawab, "Ya nggak gitu juga sih, Mas. Mama kalau lihat orang ganteng, paling kagum aja sebentar. Nggak terus langsung pengen menikah gitu lah. Menikah itu kan nggak cuma lihat cantik atau gantengnya thok. Kita juga lihat keluarganya gimana, baik atau enggak. Terus sebagai perempuan, biasanya lihat pekerjaan laki-lakinya juga. Maksudnya, orang ini tekun bekerja apa enggak, karena ini penting. Kalau nggak kerja, nanti mau beli makan pakai uangnya siapa, ya kan?"

Mama menunggu respon Mas Amay. Dia cuma manggut-manggut sih. Lalu Mama pun penasaran, "Temennya Mas Amay ada yang cantik trus bikin Mas Amay pengen menikah po?"

Wkwkwk, entah ya, apakah pertanyaan spontan seperti itu dibenarkan oleh ilmu parenting? Tapi nggak penting lagi untuk diperdebatkan sih, karena sudah terlanjur ditanyakan juga, hehe. Yang jelas, Mas Amay bilang belum tahu.

Ya sudah, kalau belum ada yang disuka mah, hihi... Baru 9 tahun juga kan. Semoga ketika nanti Mas Amay jatuh cinta untuk pertama kali, Mas Amay mau cerita sama Mama atau Papa. Toh, buat apa sembunyi-sembunyi, ya kan? 😀

Mama pun berpesan pada Mas Amay, "Yang penting sekarang tuh Mas Amay belajar yang rajin, supaya jadi anak yang pinter. Kalau pinter, peluang untuk dapat pekerjaan yang bagus itu biasanya lebih besar. Kalau pekerjaannya bagus, insya Allah rezekinya juga bagus. Kan Mas Amay harus menafkahi istri dan anak-anaknya Mas Amay juga to?"

Amay manggut-manggut lagi. Lagian, pertanyaannya kok kejauhan amat yak? Wkwk, tapi ngga apa-apa sih, Mama malah jadi punya celah untuk menyampaikan konsep pernikahan yang sesuai dengan value keluarga kami. Dan kalau diingat-ingat, sebenarnya ini bukan kali pertama Mas Amay bertanya soal pernikahan. 2 tahun lalu, Mas Amay pernah bertanya tentang hal ini.


(Gara-gara nulis ini akhirnya terpikir untuk jadiin pertanyaan-pertanyaan Mas Amay, dan mungkin juga Dek Aga nantinya, disatukan dalam satu label khusus #TanyaMama, yang tentu jawabannya juga terserah Mama Kepiting lah, yaa...)

*

Banyak yang tanya, kenapa kok Mas Amay kepo banget tentang serba-serbi pernikahan? Mama juga nggak tahu. Memang sejak kecil Mas Amay suka banget menanyakan hal-hal yang kedengaran "aneh" untuk seusianya.

Lalu apakah ini wajar? Dari beberapa sumber yang Mama baca sih, insya Allah nggak apa-apa. Justru katanya, kita sebaiknya membantu anak-anak untuk memahami seluk-beluk pernikahan sejak dini. Daripada mereka tahu dari orang lain atau tempat lain, ya kan?


If you don’t pass your values on to your kids, someone else will


Nah, karena Mas Amay baru 9 tahun, tentunya informasi yang kita sampaikan juga harus disesuaikan dengan usianya. Nanti perlahan-lahan kita tambah "dosis"nya.

Tentang pernikahan, anak-anak harus tahu bahwa;

1. Pernikahan adalah sebuah berkah, bukan beban masalah


Kita  sering mendengar ucapan pernikahan seperti; selamat mengarungi bahtera rumah tangga, yang menunjukkan bahwa menjalani sebuah ikatan pernikahan itu layaknya mengarungi samudera.  Kadang kita menemui arus yang tenang, menikmati angin yang berhembus pelan, tetapi di depan sana, mungkin kita juga akan menemui ombak besar atau hantaman badai.

Ya, memang kurang lebih seperti itu. Namun, ketika kita bersama-sama, kita akan mendapatkan pernikahan yang luar biasa. Pernikahan yang menyenangkan, yang membahagiakan.

Jadi, anak-anak harus melihat Mama dan Papanya saling membahagiakan satu sama lain. Cara paling simpel, sering-seringlah memuji pasangan. Nah, di sini Mama jadi sadar, mungkin hal inilah yang jadi trigger kenapa Mas Amay tanya-tanya soal pernikahan, karena Mama sering bilang, "Mama jatuh cinta sama Papa." 😅


2. Pernikahan adalah tentang intimacy (kedekatan secara emosional dan psikologis), bukan hanya sebatas hubungan seksual


Ini mungkin bisa disampaikan nanti ketika anak-anak sudah menginjak remaja, yaa.. Kalau seusia Amay, dia belum tahu hubungan seks itu apa.

Beberapa waktu lalu ketika Mas Amay bertanya bagaimana cara adik bayi masuk ke perut Mama, Mama hanya menjelaskan bahwa perempuan bisa hamil, setelah menikah dengan laki-laki. Kalau perempuan nggak menikah, laki-laki nggak menikah, ya tentu nggak bisa punya anak.

Meski penjelasannya baru sebatas itu, tapi dia harus paham bahwa sesuai dengan value di keluarga kami, semua hubungan laki-laki dan perempuan harus melalui gerbang pernikahan terlebih dahulu.


3. Pernikahan yang bahagia, menempatkan "kita" sebelum "aku"


Setelah menikah, kita pun menjadi sebuah tim. Tujuan kita menjadi sama. Kita tidak saling bersaing, tetapi kita saling bekerja sama, saling mendukung, saling berkorban untuk satu sama lain, hingga bersama-sama merayakan keberhasilan.

Kalau kelak Mas Amay baca tulisan ini, mungkin Mas Amay bisa menangkap pengorbanan yang Mama maksud. Misalnya, ketika Mama memilih untuk jadi stay home mom, melepaskan mimpi Mama untuk jadi guru demi bisa menemani Mas Amay dan Dek Aga di rumah. Juga Papa, yang rela bekerja siang malam demi kita sekeluarga. Namun, Mas Amay dan Dek Aga harus tahu, meski ini disebut pengorbanan, tapi cintalah yang membuat Mama dan Papa melakukannya dengan penuh kebahagiaan.

Oya, meski kita adalah satu tim, tetapi kita tidak harus selalu sependapat. Mas Amay dan Dek Aga pasti ingat juga, Mama dan Papa pun pernah berantem, adu mulut, and so on. Namun, itu sama sekali bukan menjadi pertanda bahwa kita tidak lagi saling mencinta.

Laki-laki dan perempuan memang berbeda. Mau disetarakan bagaimana pun, nggak akan pernah bisa sama. Seperti di tubuh kita, ada tangan kanan, ada tangan kiri, bentuknya mungkin nyaris serupa, tetapi tangan kanan dan tangan kiri harus saling berseberangan untuk bisa menjalankan fungsinya bersama-sama.


4. Pernikahan adalah tentang memberi, bukan menuntut pemberian


Seperti penjelasan di atas, ketika kita sudah memutuskan untuk menikah, maka kita harus siap untuk saling membahagiakan satu sama lain. Kalau dibayangkan mungkin akan terasa sebagai beban, tapi, seorang pecinta, akan melakukan apapun untuk yang dicintainya. Ya, cinta bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tindakan.

Jika suami dan istri sama-sama melakukannya, maka insya Allah, pernikahannya akan menjadi pernikahan yang bahagia.

You don't get married to make yourself happy, you get married to make someone else happy.

5. Pernikahan bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah permulaan


Ketika seseorang sudah memutuskan untuk menikah, maka kehidupannya pun berubah. Untuk seorang perempuan, pernikahan adalah momen ketika tanggung jawab sang ayah berpindah kepada laki-laki yang dipilihnya. Dalam Islam pun, setelah perempuan menikah, ridho Allah tergantung pada ridho suami terhadapnya.

Laki-laki pun demikian. Ketika memutuskan untuk menikah, maka kewajibannya pun bertambah. Itulah sebabnya, pernikahan bukanlah tujuan akhir, tetapi justru merupakan sebuah permulaan.

*

Wiiih, jadi panjang gini, yaa... Ini mau ngomong sama anak-anak tapi kok bahasanya berat bener? Eh, tapi jangan remehkan kemampuan anak, lho, karena anak adalah penyerap informasi yang hebat. Percakapan yang singkat, sederhana, dilakukan dari waktu ke waktu, akan membangun fondasi pengetahuan yang kuat. Seiring dengan pertambahan usia anak, tambahkan pula "dosis" informasinya.

Kalau kita ingin anak-anak kita terbuka tentang perasaannya, -mungkin ketika remaja nanti- tentang lawan jenis yang disukainya, maka kita perlu membiasakannya sejak sekarang. Jatuh cinta itu fitrah. Namun, bagaimana cara mengelola perasaan cinta, itu adalah bagian penting yang harus kita ajarkan.



Ditulis dengan Cinta, Mama


Read More

Waspadai, Ma! Inilah Macam-macam Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri

Thursday, May 28, 2020

Pembaca mamakepiting mungkin masih ingat kalau akhir tahun lalu, Mas Amay sempat terkena impetigo. Apa itu impetigo? Impetigo adalah infeksi kulit piogenik (menghasilkan nanah pada luka yang mengalami infeksi) yang disebabkan oleh bakteri. Hati-hati ya, Ma, karena penyakit ini biasa menyerang anak-anak.


Selain impetigo, ada banyak lagi penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang harus kita waspadai, di antaranya;

1. Tipes

Jangan bosan mengingatkan anak-anak untuk tidak jajan sembarangan, karena alih-alih bisa kenyang, justru penyakitlah yang datang. Tipes, salah satunya. Gejalanya bisa berupa demam tinggi, diare atau konstipasi, sakit kepala, dan sakit perut.

Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri bernama Salmonella typhosa yang menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penyakit ini rentan terjadi pada anak-anak karena selain kesadaran akan pentingnya kebersihan masih minim, juga karena sistem kekebalan tubuh pada anak-anak belum sempurna.

Salmonella typhosa
Salmonella typhosa, sumber: Outbreak News Today

Lihat bakterinya aja merinding gitu, kan, Ma? Udah deh, lebih baik dibilang cerewet, Ma, daripada anaknya kenapa-kenapa. Apalagi, penyakit tipes tidak bisa dianggap remeh juga. Bila tidak segera ditangani, Salmonella typhosa bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Apabila bakteri sudah menyebar ke luar sistem pencernaan, bakteri berpotensi merusak organ dan jaringan dalam tubuh, dan bisa menyebabkan komplikasi serius.

Serem kan, Ma?

2. Diare

Penyakit ini termasuk sering dialami oleh anak-anak. Umumnya, penyebab diare adalah karena infeksi bakteri, virus atau parasit. Namun, diare juga bisa disebabkan karena alergi makanan, atau intoleransi terhadap laktosa dan fruktosa. 

Jangan sepelekan diare pada anak, Ma, karena diare dapat menyebabkan dehidrasi yang berujung pada kematian. Huhu, jadi teringat waktu Mas Amay umur 7 bulan dulu, dia sempat terserang diare dan harus dirawat di Rumah Sakit selama kurang lebih seminggu.

Tapi Mama bersyukur, Mama telah melakukan pilihan terbaik, karena tak lama setelah itu, anak tetangga Nin di Majalengka ada yang meninggal karena diare. Dan dia seumuran dengan Mas Amay. 😢

3. Meningitis bakterialis

Konon, penyakit inilah yang telah merenggut nyawa musisi kebanggaan Indonesia, Glenn Fredly, beberapa waktu lalu. Meningitis bakterialis adalah kondisi infeksi pada selaput yang melindungi otak dan saraf tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri.


Ciri Meningitis
ciri penyakit meningitis, sumber: honestdocs

Mengutip dari honestdocs, ciri-ciri utama meningitis adalah sbb:
- Demam
- Sakit kepala berkepanjangan
- Leher kaku
- Bingung 
- Mual dan muntah 
- Sensitif terhadap cahaya 
- Pegal-pegal 
- Ruam kulit
- Pada anak, ia jadi susah makan, tak nyaman bila disentuh oleh orang lain, sering menangis, dan tak seaktif biasanya
- Menurunnya kemampuan bicara, mengingat, mendengar, serta melihat

Yang harus diwaspadai adalah, penyakit ini menular, dan penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

4. TBC

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC dapat menular dengan mudah melalui sekresi batuk penderita yang menyebar di udara. Ketika bakteri di udara terhirup ke paru-paru orang lain, maka orang tersebut pun akan mudah terinfeksi dan menderita TBC. Inilah pentingnya penggunaan masker pada orang yang sakit.

5. Leptospirosis


Gejala Leptospirosis
Gejala penyakit Leptospirosis, sumber: www.kla.id

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira sp yang mengkontaminasi makanan atau minuman. Biasanya, hewan yang menjadi pembawa bakteri Leptospira adalah tikus dan anjing. Umumnya penyakit ini mewabah di area bekas banjir atau area kumuh yang banyak tikusnya.

Main hujan atau becek-becekan di genangan air memang menyenangkan. Namun, tak boleh lupa untuk selalu membersihkan badan dengan benar ya, Ma...


Sebenarnya masih ada banyak penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri, tetapi yang terpenting sekarang adalah upayakan untuk selalu menjaga kesehatan. Makan makanan yang menyehatkan, minum yang cukup, istirahat yang cukup, jangan lupa olahraga dan rajin cuci tangan. Ajak anak-anak untuk hidup sehat juga, ya, Ma! Salam Sehat! :)



Ditulis dengan Cinta, Mama
Read More

School From Home, Mas Amay Membuat Pisang Geprek

Saturday, March 21, 2020


Kehadiran virus corona memang membuat kita kewalahan ya, Ma ... Makhluk kecil yang tak terlihat itu sudah membuat kacau seisi dunia. Di satu sisi, bumi seolah sedang memulihkan dirinya dari segala efek buruk perilaku kita. Di sisi lain, kita belum siap menghadapi ini semua. 

Di Indonesia sendiri, per hari ini setidaknya ada 450 orang yang positif terinfeksi COVID-19. 38 di antaranya meninggal dan 20 orang sudah dinyatakan sembuh. Ini yang sudah diketahui atau terdeteksi, sedangkan kita tahu, ada banyak warga yang ngeyel alias tidak patuh terhadap perintah social distancing, dan hal ini bisa saja membuat jumlah sebenarnya lebih banyak.

Maka dari itu, Mama Kepiting sangat mendukung gerakan #dirumahaja untuk kita yang memang tidak perlu pergi ke mana-mana. Mama juga mendukung pemberlakuan #SchoolFromHome bagi anak-anak sekolah selama dua minggu ini, sebagai bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan anak-anak kita.

Memang, social distancing bukanlah hal yang mudah dipahami oleh anak-anak. Adek Aga dari kemarin sudah mengeluh, tak sabar ingin sekolah dan bermain dengan teman-temannya. Mas Amay juga sama. Ia bahkan sempat merengek mengajak pergi berenang. Tentu permintaan mereka tidak bisa Mama penuhi mengingat kondisi saat ini.

Nah, untuk menghilangkan kebosanan, tadi pagi Mama mengajak anak-anak untuk membuat Pisang Geprek. Dinamakan Pisang Geprek karena setelah digoreng, pisangnya digeprek alias dipipihkan. Hihi... Mas Amay membantu Mama mengupas pisangnya, sekalian berlatih menggunakan pisau.


Setelah dikupas, pisang digoreng di atas teflon menggunakan margarin. Mas Amay juga membantu Mama menggorengnya. Awas, pakai api kecil saja supaya tidak cepat gosong. Jangan lupa juga untuk rajin membolak-balik pisangnya.

Mas Amay bilang, "Kalau tinggal satu (yang belum dibalik), pasti jadi lebih susah (membaliknya)."



Setelah semua pisang selesai digoreng, siapkan bahan-bahan untuk topingnya, yaa...

Kalau ayam geprek menggunakan sambal untuk topingnya, pisang geprek buatan kami menggunakan toping susu kental manis dan meses. Sebenarnya akan lebih lengkap jika ditambah parutan keju di atasnya, tapi karena sedang tidak ada stok, jadi kami pakai bahan yang ada di rumah saja.

Lihat, Adek Aga membuat Pisang Geprek spesial untuk dirinya sendiri. Yang membuatnya spesial adalah mesesnya yang berlimpah. Suka-suka dia pokoknya. 


Sudah selesai! Pisang Geprek siap dimakan. Alhamdulillah, anak-anak suka dengan makanan ini. Adek Aga bahkan langsung habis tiga biji. 😁


Gampang banget kan membuat Pisang Gepreknya? Selain caranya mudah, bahan-bahannya juga murah. Anak-anak juga mendapat porsi yang cukup banyak di kegiatan ini. Untuk Mama yang mungkin sudah dilanda stres dengan adanya School From Home, mungkin apa yang kami lakukan tadi bisa jadi ide untuk Mama di rumah. Selamat bersenang-senang dengan anak-anak, Ma! 😊


Ditulis dengan Cinta, Mama
Read More

Tembang Pocung lan Batangane

Saturday, March 14, 2020


Mas Amay kuwi, yen ana pasinaon Basa Jawa, banjur rada mumet amarga dheweke ora mudeng dening ukara-ukara kang ora umum dienggo sedina-dina. Simboke wae durung karuan ngerti, apa maneh Mas Amay, ya to? Mula nalika ana pitakonan bab Tembang Pocung lan batangane, simboke kudu sabar olehe mulang, uga sabar nalika nggoleki wangsulane.

Tembang Pocung iku ngandhut piwulang luhur lan ngelingake marang pepati, amarga tembung pocung cedhak karo tembung pocong. Tembang Pocung uga  ana kang awujud cangkriman, yaiku tetembungan utawa unen-unen sing kudu dibatang kekarepane amarga tetembungan mau nduweni teges sing dudu sabenere.

Tembang Pocung lan Batangane
Tembang Pocung lan Batangane

Tembang Pocung kang wujude cangkriman, contone:

1. Bapak Pocung renteng-renteng kaya kalung
Dawa kaya ula
Pencokanmu wesi miring
Sing disaba Si Pocung mung turut kutha

Sapa sing bisa mbedhek cangkriman Tembang Pocung ing dhuwur iku?

Carane, awake dhewe kudu nemtokake, apa sing wujude renteng-renteng utawa jejer-jejer, dawa kaya ula, mencok ana ing wesi, lan mlaku turut kutha? Bener banget, wangsulane yaiku SEPUR.


2. Bapak Pocung anane ing tanah kudus
Pinter nyimpen toya
Mangka tumpakaning jalmi
Gigir mrenjul suku panjang gulu dawa

Kepiye carane golek wangsulan kanggo cangkriman ing dhuwur? Sepisan, awake dewe kudu mangerteni tegese tembung-tembung angel sing ana ing cakepan iku.

Kudus yaiku suci. Tanah kudus, tegese tanah suci.
Pinter nyimpen toya, tegese pinter nyimpen banyu.
Tumpakaning jalmi, tegese ditumpaki manungsa.
Gigire mrenjul, sikile dawa, gulune uga dawa.

Sing biasane urip ing tanah suci, pinter nyimpen banyu, gigire mrenjul, sikile dawa, gulune uga dawa, lan dadi tumpakane manungsa, yaiku UNTA.


3. Bapak Pocung amung sirah lawan gembung
Padha dikunjara
Mati sajroning ngaurip
Mijil bakal Si Pocung dadi dahana

Pocung kang wujude namung sirah lan awak/weteng, panggone dikurung supaya ora bisa metu, yen metu dadi geni (dahana tegese geni), yaiku PENTOL KOREK/REK.


4. Bapak Pocung sato mring jalma biyantu
Aran limang sastra
Sastra pungkasan n tinulis
Yen wuwuh g mengku teges tirta panas

Sepisan, mangerteni tembung-tembung sing angel, kayata:
Sato, tegese kewan
Jalma, tegese manungsa
Biyantu, tegese ngewangi
Sastra, tegese aksara (huruf)
Pungkasan, tegese keri dhewe
Tirta, tegese banyu. Tirta panas, yaiku jarang.

Kewan sing bisa ngewangi manungsa, nduweni aksara lima, aksara keri dhewe yaiku n, yen ditambahi g dadi tirta panas utawa jarang, yaiku JARAN.


5. Bapak Pocung sasedulur ana pitu
Tan ana kang padha
Mati enem urip siji
Dulur pitu tan nate urip bebarengan

Pocung sing sak sedulur ana pitu. Pitung sedulur iku beda kabeh, ora ana sing padha. Pitung sedulur iku sing makarya namung siji, dene liyane leren. Ora nate bebarengan, gilir gumanti saka sedulur siji tekan pitu lan bali siji maneh. Karep utawa wose tembang ing dhuwur yaiku DINA (Senin, Selasa, Rebo, Kemis, Jemuah, Sebtu, Ahad).

Wis ya, 5 dhisik, kapan-kapan dak terusake olehe nyerat Tembang Pocung lan Batangane, yen kober. Pawelingku, aja lali karo Basa Jawa, gaes.


Ditulis dengan Cinta, Mama
Read More

Parenting Bulanan dan Sharing Time, Cara TKIT Bina Madina dan KBIT Abata Melibatkan Orang Tua dalam Pengasuhan Anak

Thursday, March 5, 2020


Hafez Ibrahim, seorang penyair ternama Mesir yang dijuluki "Penyair Sungai Nil", menuliskan; Al-ummu madrasatul uula, iza a'dadtaha a'dadta sya'ban thayyibal a'raq, yang artinya: Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Maka, sebagai bagian dari TKIT Bina Madina, saya sangat bersyukur karena sekolah ini menggalakkan kegiatan parenting yang diadakan setiap bulan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturrahmi bagi Mama-Mama / Wali Santri, tetapi juga menjadi salah satu sarana untuk mencari ilmu, khususnya ilmu pengasuhan yang berlandaskan tuntunan Islam.

Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok beranggotakan 3-4 orang, yang nantinya akan bergiliran menjadi "tuan rumah" alias panitia. Kebetulan, Mama bersama Mama Adnan, Mama Zhafran dan Mama Al Khalifi mendapatkan tugas di bulan Februari. 

Acara parenting kali itu dilaksanakan di Lesehan Putu Wali, yang berlokasi di depan Kelurahan Klodran. Kenapa memilih tempat itu? Ada dua alasan sebenarnya;
1. Karena rumah kami kurang proper untuk menampung 30-an Mama-Mama 
2. Karena harga makanan di Putu Wali cukup terjangkau dan rasanya pun tidak mengecewakan. ☺


Kelompok Parenting Februari kelas Ibnu Katsir TKIT Bina Madina

Dan inilah kami, tim sukses Parenting Februari; Mama Adnan, Mama Kepiting, Mama Zhafran, dan Mama Al. Alhamdulillah, meski untuk menyatukan empat kepala bukanlah hal yang mudah, tetapi acara kemarin banyak memberikan pengalaman baru bagi kami. Tahun depan insya Allah kita satu kelompok lagi ya, Ma.. 😊❤

Alhamdulillah lagi, meski sore itu hujan turun tanpa henti, tapi hal itu tidak menyurutkan langkah Mama-Mama sholihah dari kelas Ibnu Katsir untuk menghadiri Parenting Februari yang diisi oleh Bunda Nur, seorang praktisi pendidikan yang telah lebih dari 30 tahun mengajar di sebuah sekolah di Solo. Bunda Nur mengisi parenting kali ini dengan tema; Meminimalkan Kesalahan Pendidikan Anak Usia Dini.

Rangkuman materinya kira-kira seperti tulisan Mama yang ini: 12 Gaya Populer Kekeliruan dalam Komunikasi

Kegiatan Parenting TKIT Bina Madina, Gedongan, Colomadu, Karanganyar
Parenting Februari kelas Ibnu Katsir

Selesai kegiatan parenting, ada satu lagi PR kami. Ya, kelompok yang bertugas menjadi tuan rumah parenting di bulan itu, memiliki kewajiban lain yaitu untuk mengisi Sharing Time di Jumat terakhir setiap bulannya. 

Nah, kami saat itu mengajak anak-anak untuk membuat satu prakarya dari kertas origami. Bikin apa kita? Kita membuat aquarium beserta ikannya. Yeaaayy...

Kegiatan Sharing Time ini menjadi peluruh rindu bagi Mama yang sudah 10 tahun tidak mengajar. Dan karena sudah lamaaa sekali tidak mengajar, baru 10 menit bicara saja Mama sudah ngos-ngosan. Hihi... Makanya, kualat banget kalau kita sampai ngga sopan pada guru-guru kita. Apalagi ustadzah-ustadzah yang mengajar di TK, karena sungguh mengajar anak-anak TK membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau ustadzah kita semua. Aamiin aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin...







Gimana-gimana? Mama masih cocok jadi guru atau tidak? Hihi...

Untuk materi parenting bulan sebelumnya bisa dibaca di: Sebuah Cita-cita; Menjadi Ibu yang Dirindukan


Ditulis dengan Cinta, Mama

Read More

Pertolongan Pertama pada Demam Anak dengan Hansaplast Cooling Fever Disney

Friday, February 28, 2020

Hari Rabu kemarin, saya dihubungi ustadzahnya Aga. Kata beliau, Aga menangis dan mengeluh sakit perut. Saya sempat bingung, apa yang menyebabkan anak saya sakit? Karena jika diingat-ingat, sarapan paginya juga baik-baik saja. Tidak ada yang aneh.

Akhirnya, daripada cuma mengira-ngira dan jadi kepikiran, saya pun langsung bergegas menjemput Aga pulang.


Ketika saya jemput, Aga sedang dipangku oleh Ust Nur. Ust Nur juga sudah mengolesi perut Aga dengan minyak kayu putih. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena ustadzah di sekolah sangat care pada anak-anak.

Di perjalanan pulang naik motor, Aga pegangan ke perut saya. Saat itulah saya merasakan tangannya panas. "Ya Allah, jadi demam gini," batin saya. 😢

Namun, saya teringat dengan sebuah artikel yang pernah saya baca. Intinya adalah, jangan terlalu cepat menganggap demam sebagai musuh, dan jangan pula terburu-buru untuk mengobatinya, karena demam sejatinya merupakan suatu tanda bahwa sistem imun sedang bekerja untuk melawan infeksi virus, bakteri, jamur atau zat asing lain yang masuk ke dalam tubuh.

Pada saat demam, suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 38°C, dari suhu normal yang berkisar antara 36,1°C - 37,2°C. Dan biasanya sebagai ibu kita langsung gercep alias gerak cepat dengan memberikan obat penurun panas karena tidak tega melihat anak sakit dan tak seceria biasanya. Tidak salah, sih. Kita memang tidak boleh menyepelekan perubahan kondisi tubuh, ya kan? Apalagi pada anak-anak, yang terkadang masih bingung menjelaskan apa yang ia rasakan.

Nah, karena demam merupakan gejala dari suatu kondisi atau penyakit, maka pengobatannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Penyebab demam sendiri sangat beragam, tergantung kondisi masing-masing penderita, misalnya; 
  1. Imunisasi. Ibu-ibu muda macam saya (uhuk), biasanya sudah "menyiapkan hati" menjelang jadwal imunisasi. Saat-saat imunisasi memang selalu menjadi momen harap-harap cemas. "Habis ini demam ngga ya?" Seperti itu. Tapi biasanya saat imunisasi, saya "dibekali" penurun demam oleh dokter atau bidan sih. 😊
  2. Infeksi virus dan bakteri, misalnya meningitis, tifus, disentri, cacar air, dan infeksi saluran kemih.
  3. Penyakit akibat gigitan nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya.
  4. Gangguan hormon, misalnya pada arthritis dan hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif).
  5. Demam karena efek samping dari jenis obat tertentu.
  6. Paparan sinar matahari langsung secara berlebihan.
  7. Keracunan makanan.
  8. Tumbuh gigi pada bayi.

Setelah penyebab demam diketahui, kita bisa menentukan bagaimana penanganan selanjutnya. Jika demam mengakibatkan situasi seperti; kesulitan bernapas, muntah-muntah, sakit perut, buang air besar berdarah, nyeri dada, sakit kepala parah, kenaikan suhu badan, atau menimbulkan perasaan gelisah atau bingung tanpa alasan, maka kita harus segera menghubungi dokter.

Jika kondisi tubuh anak masih memungkinkan untuk dirawat di rumah, yang ditandai dengan masih menanggapi ekspresi dan suara kita, masih responsif, masih minum banyak air dan masih bisa bermain, maka yang diperlukan antara lain;
1. Istirahat yang cukup
2. Gunakan pakaian yang tipis dan nyaman
3. Tinggal di ruangan dengan udara yang sejuk
4. Banyak minum air agar tidak dehidrasi
5. Kompres
6. Pemberian obat penurun demam




Untuk poin nomor 5, kebetulan Aga termasuk anak yang suka risih apabila dikompres dengan handuk yang diberi air. Alhamdulillah, zaman sekarang kita dipermudah dengan kehadiran Hansaplast Cooling Fever, yaitu kompres demam yang praktis, ngga gampang jatuh meski posisi tidur anak miring-miring atau tengkurap, tapi juga dapat memberikan sensasi sejuk di dahi. Ditambah lagi sekarang ada Hansaplast dengan karakter favoritnya Aga, yaitu Disney Frozen dan Marvel Avengers.

Melanjutkan cerita soal sakitnya Aga kemarin, setelah sampai rumah, saya pun menempelkan Hansaplast Cooling Fever ke dahinya. Kebetulan dia pilih karakter Disney Frozen, karena karakter Marvel Avengers-nya disayang-sayang. Save the best for the last pokoknya, xixixi... Kemudian, ia tidur. Bangun tidur, Aga merasa harus belajar karena dia pulang terlalu pagi, wkwkwk.. Ada-ada saja. 😂




Ya, karakter Disney Frozen dan Marvel Avengers pada Hansaplast Cooling Fever ini memang dapat mengalihkan perhatian Aga dari rasa tidak nyaman karena demam dan sekaligus membuatnya merasa sedang melawan demam dengan karakter favoritnya. Asik kan? 😄 Selain itu, aroma Peppermint dan Wintergreen Oil juga dapat menenangkan anak dan membuat anak merasa tidak sedang menggunakan obat.

Sekarang, pertolongan pertama pada demam udah #GakPakeDrama lagi sejak ada Hansaplast Cooling Fever Disney Frozen dan Marvel Avengers. Mama juga sebaiknya sedia Hansaplast Cooling Fever di rumah, karena sistem kekebalan tubuh anak-anak yang masih lemah, membuat mereka lebih berisiko mengalami demam.

Agar demam tak lagi datang, kita bisa melakukan pencegahan dengan menerapkan pola hidup bersih, seperti; membiasakan mencuci tangan setiap kali terpapar dengan benda atau lingkungan yang tidak steril, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, dan tidak saling meminjamkan peralatan makan dan minum. Semoga anak-anak kita senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan ya, Ma. Aamiin aamiin YRA. 😊

Omong-omong, beli Hansaplast Cooling Fever Disney-nya di mana? Di toko obat, apotek, insya Allah sudah ada. Di e-commerce seperti Lazada, Blibli, dan yang lainnya juga ada. Untuk informasi lebih lengkap, Mama bisa mengunjungi www.hansaplast.id atau melalui akun Instagram-nya di @hansaplast_id dan Facebook Fanpage @HansaplastID


Ditulis dengan Cinta, Mama
Read More

Pelajaran Bahasa Jawa Lebih Susah dari Bahasa Inggris?

Thursday, February 20, 2020

Mama Kepiting lahir dan besar di Purworejo, kemudian saat ini tinggal di Solo. Sejak lahir sampai kini beranak-pinak, Mama tinggal di Jawa Tengah. Mas Amay dan Dek Aga pun lahir di Jawa Tengah. Namun, sebagai orang Jawa, sehari-hari kami malah menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan. Dipikir-pikir, kami ini sungguh keterlaluan.

Meski ayah mereka berdarah Sunda, tetapi memang tidak seharusnya kami melupakan bahasa ibu, yaitu Bahasa Jawa. Ya, memang Bahasa Jawa adalah bahasa yang sulit, bahkan lebih rumit dibandingkan Bahasa Inggris. Tapi hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk kami mengenyahkan Bahasa Jawa dari kehidupan sehari-hari. 

Maka dari itu, kami ingin memulai dari hal-hal sederhana. Seperti tadi pagi misalnya, Mama berbicara dengan Mas Amay menggunakan basa krama. Pelan-pelan, semoga lama-lama bisa menjadi kebiasaan.

Pasinaon Basa Jawa kelas 3 SD
Buku Aku Bisa Basa Jawa 3, sumber: togamas.com

Omong-omong soal Pelajaran Bahasa Jawa, beberapa waktu lalu Mama dibuat pusing dengan pelajaran Basa Jawa kelas 3 SD. Ya begitulah, PR-nya Mas Amay adalah PR Mama juga to? Karena mencari jawaban di Google pun tidak banyak membantu, akhirnya Mama bertanya pada teman-teman melalui status WhatsApp. 

Thanks to technology... Eh, lha malah nganggo Basa Inggris...

Lalu, apakah yang membuat kami pusing?

Ini lho, istilah dalam Bahasa Jawa yang tidak umum dipakai sehari-hari. Alhamdulillah, setelah tanya ke sana kemari, Mama pun memperoleh jawabannya. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membantu. 😘

Dan inilah kosakata Bahasa Jawa beserta artinya;

1. Angungak tegese niliki (Indonesia: melongok)
2. Ngudi tegese golek
3. Tan tegese ora
4. Nate tegese tau (Indonesia: pernah)
5. Mayug-mayug tegese obah-obah arep rubuh mengarep (Indonesia: bergoyang-goyang seperti mau roboh)
6. Dikunjara tegese dikurung supaya ora bisa metu (Indonesia: dipenjara)
7. Toya tegese banyu, tirta
8. Jalmi tegese manungsa
9. Suku tegese sikil
10. Dahana tegese geni, agni
11. Renteng-renteng tegese jejer-jejer
12. Kendel tegese mandheg
13. Kusuma tegese kembang
14. Gembung tegese weteng utawa awak
15. Mijil tegese metu, medal

Itulah beberapa istilah dalam Bahasa Jawa beserta artinya. Semoga bermanfaat, yaa... Oya, Mama jadi terpikir untuk membuat label "Basa Jawa". Semoga nanti bisa rutin menulis tentang Basa Jawa, supaya bisa jadi tempat untuk belajar bersama.


Ditulis dengan Cinta, Mama
Read More

Dongeng tentang Semut yang Pandai Berhemat

Thursday, February 13, 2020


Suatu hari di sebuah kerajaan, seorang Raja tengah menikmati santapannya di meja makan. Namun, sejurus kemudian dilihatnya seekor semut sedang berjalan sambil membawa remahan makanannya. Sesungguhnya ia tidak berkenan dengan perbuatan semut yang telah mengambil makanannya secara diam-diam itu. Namun, Raja adalah seorang yang bijaksana. Alih-alih marah, beliau malah menyapa si semut.

"Hai, semut." Sapa Sang Raja.

Semut yang terkejut, menjawab sapaan Raja dengan terbata-bata, "Pa ... Pa ... Paduka Raja."

"Apa yang sedang kamu bawa?" tanya Raja.

"Ampun, Paduka. Hamba telah lancang mengambil makanan Paduka." jawab semut.

"Kenapa kamu mengambil makananku?" 

"Ampun, Paduka. Hamba sudah berkeliling mencari makanan, tetapi hamba tidak menemukan apa-apa, sehingga hamba terpaksa mengambil makanan Paduka di meja." jawab semut lagi.

Raja yang mendengar pengakuan semut kemudian merasa iba, "Kasihan sekali semut ini," ujarnya dalam hati. Beliau juga menilai bahwa si semut memiliki sopan santun serta sifat yang jujur. Raja pun segera mencari cara agar semut tak lagi kekurangan makanan tanpa harus mengganggu kegiatan makannya di meja makan.

Raja kemudian bertanya kembali pada semut,  "Semut, berapa banyak makanan yang kamu butuhkan dalam satu tahun?"

Semut menjawab, "Sepotong roti, Paduka."

"Kalau begitu, maukah kau kuberi sepotong roti untuk kebutuhan makanmu selama setahun, tetapi selama itu pula kau harus tinggal di dalam sebuah bejana?" 

"Hamba bersedia, Paduka." Jawab semut, patuh.

Raja pun mengambil sebuah bejana, kemudian menaruh sepotong roti di dalamnya. "Apakah ini cukup, semut?"

"Lebih dari cukup, Paduka." Jawab semut lagi. Ah, semut memang sangat pandai bersyukur.

Setelah itu, Raja memasukkan semut ke dalam bejana tersebut, kemudian menutupnya. Sebelumnya, Raja berjanji pada semut bahwa beliau akan datang kembali satu tahun yang akan datang. Kini, semut telah berada bersama rezekinya selama satu tahun.

Dongeng Raja dan Semut
Dongeng Semut yang Pandai Berhemat

Satu tahun kemudian, Raja menepati janjinya. Beliau membuka tutup bejana untuk memeriksa keadaan semut. Namun, betapa terkejutnya beliau ketika melihat semut masih menyisakan separuh potongan roti. Beliau kemudian bertanya pada semut,

"Semut, mengapa kamu masih menyisakan rotimu? Bukankah dulu kamu bilang kamu membutuhkan sepotong roti untuk satu tahun?"

Semut menjawab, "Ampun, Paduka, selama satu tahun ini hamba memang hanya memakan separuh potong roti. Separuhnya lagi hamba sisakan untuk berjaga-jaga seandainya Paduka lupa membuka tutup bejana ini."

Raja takjub mendengar penjelasan semut. Lihat, semut saja pandai berhemat, pandai mengatur kebutuhan hidup. Manusia seharusnya bisa meneladani sikap semut dalam mengelola rezeki dari Yang Maha Kaya.

Pesan untuk Mas dan Adek:
Rezeki dari Allah selalu cukup untuk hidup, tapi tak akan pernah cukup untuk menuruti gaya hidup. Hidup itu murah, gengsilah yang membuatnya mahal.


Ditulis dengan Cinta, Mama

Read More

Tips Berhijab untuk Wajah Lonjong

Friday, February 7, 2020

Jadi perempuan memang terkadang ribet ya, Ma... Hijab untuk wajah lonjong, bulat, atau kotak saja dipikirkan dan dipertimbangkan. Dan ya, masing-masing membutuhkan sentuhan tersendiri, agar tampilan kita jadi enak dipandang.

Untuk Mama-Mama yang berhijab, model hijab yang kita kenakan sebaiknya disesuaikan dengan bentuk wajah kita, karena dengan model hijab yang tepat, penampilan kita akan jadi lebih menarik, dan hal ini tentu berpengaruh juga pada kepercayaan diri. Untuk Mama yang memiliki wajah lonjong, Mama bisa menerapkan tips berhijab untuk wajah lonjong berikut ini:

1. Gunakan ciput atau inner hijab yang bisa menutupi sebagian dahi. Dengan tertutupnya sebagian dahi, wajah tak lagi terkesan lonjong dan akan terlihat lebih padat dan proporsional. Ciput atau inner hijab yang sangat pas digunakan untuk wajah lonjong adalah model bandana seperti foto di bawah ini.

Tips berhijab untuk wajah lonjong
Inner Hijab yang menutupi dahi untuk wajah lonjong, pict source: beautynesia.id

2. Gunakan hijab yang berbahan tebal. Hijab yang berbahan tebal dapat menambah kesan berisi pada wajah. Oya, Mama juga bisa memilih hijab yang bermotif supaya wajah terlihat lebih padat.

Tips berhijab untuk wajah lonjong
bahan hijab yang tepat untuk wajah lonjong, pict source: brilio.net

3. Gunakan hijab dengan model layer atau berlapis. Tujuan memberi aksen layer pada hijab adalah untuk menyeimbangkan tatanan wajah agar terlihat lebih bervolume atau berisi pada wajah lonjong. Saat membentuk layer, usahakan agar lipatan membentuk gelombang untuk memberikan kesan berisi pada sisi kanan dan kiri wajah. 

Tips berhijab untuk wajah lonjong
hijab untuk wajah lonjong, pict source: hijab.dream.co.id

4. Jangan menggunakan cepol, jangan pula mengikat rambut terlalu tinggi, karena hal ini akan membuat wajah terkesan semakin lonjong. Kalau rambut Mama panjang dan menghasilkan ikatan yang besar, letakkan ikatan di belakang kepala dan jangan melebihi tinggi kepala.

5. Hindari penggunaan hijab yang terlalu mancung, karena hijab dengan model ini justru akan membuat wajah semakin terkesan kecil dan memanjang.

6. Hindari penggunaan anting-anting hijab. Ya, meski anting-anting hijab sedang menjadi salah satu trend hijab akhir-akhir ini, tetapi anting-anting hijab tidak cocok untuk Mama yang berwajah lonjong, karena benda ini akan semakin mempertegas bentuk wajah yang panjang.

7. Pilih warna hijab yang sesuai dengan warna kulit. Pemilihan warna memang menjadi faktor penting dalam memilih jilbab. Salah pilih warna bisa bikin wajah terlihat kusam, lho, Ma!

Untuk poin nomor 7, ini dia tips memilih warna hijab yang sesuai dengan warna kulit:

* Untuk Mama yang memiliki kulit putih, Mama bisa menggunakan hijab dengan berbagai warna. Namun, sebaiknya hindari warna-warna nude untuk hijab yang Mama kenakan, karena warna nude akan membuat kulit putih terlihat pucat. 

* Jika Mama memiliki kulit kuning langsat, maka warna yang harus dihindari adalah warna-warna yang memiliki tone keemasan, seperti; caramel, gold, coklat, juga orange. Warna-warna ini akan memberikan kesan kusam pada kulit kuning langsat.

* Mama yang memiliki kulit sawo matang, sebaiknya gunakan hijab dengan warna-warna pastel, karena warna dengan tone lembut seperti ini akan membuat kulit terlihat lebih cerah. Hindari penggunaan hijab dengan warna coklat karena bisa membuat kulit terlihat kusam.

* Untuk Mama yang berkulit gelap, jangan minder, Ma. Kulit berwarna gelap justru lebih menguntungkan dibandingkan kulit dengan warna medium seperti kuning langsat dan sawo matang, karena dengan kulit gelap, semua warna bisa Mama kenakan.

Baiklah, itu dia tips berhijab untuk wajah lonjong, plus tips memilih warna hijab yang sesuai dengan warna kulit. Mama bisa terapkan tips di atas saat belanja nanti, supaya tidak salah dalam memilih model hijab. Apalagi beberapa bulan lagi insya Allah kita akan merayakan lebaran, ya kan? Oya, belanjanya dari sekarang saja, Ma, supaya nanti saat Ramadhan kita bisa beribadah dengan tenang, dan ngga repot mikir baju lebaran lagi. Xixixi...


Read More

Serunya Family Gathering dan Outbond di Resto Kemuning Bersama TKIT Bina Madina dan KBIT ABATA

Tuesday, January 21, 2020

Family Gathering TKIT Bina Madina dan KBIT ABATA, Gedongan, Colomadu, Karanganyar

Akhir Oktober 2019, usai pembagian rapor mid semester, komite TKIT Bina Madina dan KBIT Abata mengadakan rapat pembentukan panitia acara Family Gathering. Acara ini merupakan program dua tahunan di sekolah yang terletak di Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah ini. Nah, kalau tahun ini programnya adalah Family Gathering, maka tahun depan insya Allah akan ada Spectacular Parenting. Ya, Family Gathering dan Spectacular Parenting adalah program dua tahunan, sehingga pelaksanaannya bergantian.

Baca ini ya: Seminar Parenting; Bullying yang Bikin Pening

Dan entah apa dasarnya, Ustadzah Rina Purwandani yang merupakan Kepala TKIT Bina Madina, tiba-tiba menunjuk Mama sebagai ketua panitia. Andai Ust Rina tahu, Mama ini sangat cupu untuk urusan beginian. Amanah ini terlalu berat untuk Mama yang tak punya pengalaman apa-apa sebelumnya. Namun, alhamdulillah, baik ustadzah maupun bunda-bunda komite, semua ringan tangan dan senantiasa bahu-membahu hingga acara usai. Terima kasih semuaaa... Ketjup dari saya. :*

Kerja keras panitia sudah dimulai sejak bulan-bulan sebelumnya. Dimulai dari pemilihan tempat, hingga menimbang dan memutuskan bahwa Family Gathering akan diadakan di Resto Kemuning, juga perumusan biaya, dan lain-lainnya.

Terakhir, Sabtu 11 Januari 2020 kami melakukan koordinasi final, yaitu mendengarkan laporan dari masing-masing sie tentang apa saja yang sudah dan belum dilakukan atau dilengkapi. Dan beberapa hari kemudian, tepatnya di Selasa, 14 Januari 2020, kami sama-sama membungkus hadiah / doorprize yang akan dibagikan di setiap bis supaya perjalanan semakin menyenangkan.

bersama-sama membungkus doorprize :)

Dan hari itu pun tiba ...

Pagi itu, Sabtu, 18 Januari 2020, Mama bangun lebih pagi dari biasanya. Setelah mengecek barang bawaan Mama dan Adek Aga, dan memastikan bahwa tak ada yang tertinggal, Mama pun bersiap-siap sembari menyiapkan sarapan. Ya, sarapan itu penting, teman. Jangan sampai ditinggalkan.

Jam 6 kurang, dengan diantar Papabebi, Mama dan Adek Aga meluncur ke sekolah. Bis-bis sudah menunggu penumpangnya. Masya Allah... Dan tepat di pukul 07:00, 7 bis beriringan menuju Resto Kemuning, yang terletak di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Meski sebenarnya sekolah kami dengan tempat outbond yang kami tuju masih berada dalam satu kabupaten, tetapi kami membutuhkan sekitar 1,5 jam perjalanan. Hihi, maklum lah, Colomadu itu kecamatan yang nyempil di antara kabupaten lain, yaitu Boyolali, Surakarta dan Sukoharjo.

Setibanya di Resto Kemuning, kami disambut oleh kakak-kakak dari Pena Event Organizer. Setelah ramah tamah, kami dipersilakan untuk mengambil sarapan. FYI, sebelumnya, kami ditawarkan beberapa pilihan menu, seperti:

Sarapan:
  • Snack
  • Nasi soto
  • Nasi pecel
  • Bubur ayam
  • Bubur kacang ijo
Makan siang:
  • Paket ayam bakar atau goreng
  • Paket ikan nila bakar atau goreng

Dan pilihan kami adalah;
Sarapan: Nasi soto
Makan siang: Paket ayam bakar untuk anak-anak dan paket nila bakar untuk orang tua

Alhamdulillah... Jadi, sebelum bermain bersama, kami sudah punya tenaga. Hihi... 

Sarapan nasi soto sebelum outbond di Resto Kemuning

Setelah sarapan, kami digiring (digiring, macam bebek aja, xixi), menuju lapangan. Dan keseruan pun dimulai!

Kakak-kakak dari Pena Event Organizer meminta kami berbaris bersisian dengan anak-anak. Dengan iringan musik, kami diajak untuk menari baby shark dan senam pinguin. Serruuu, dan geli juga dengan gerakannya. Hihi...

Permainan dilanjutkan dengan estafet balon yang sudah diisi air. Tawa kami pecah ketika mendengar satu demi satu balon meletus dan merecikkan air. Apalagi setelah itu kami diminta untuk melemparkan balon-balon air itu ke udara. Sontak semua menghindar agar tak terkena lemparan. Tapi justru di situlah keseruannya, ketika balon air mengenai salah satu di antara kami, dan kami menjadi basah karenanya. :D

Kakak-kakak dari Pena Event Organizer memang iseng. Setelah puas membuat kami tertawa, kami dibuat menangis juga. Kami diminta untuk memeluk anak-anak, dengan iringan kalimat sendu yang membuat kami semakin terharu.

Family Gathering TKIT Bina Madina dan KBIT ABATA

serunya menari baby shark dan senam pinguin

Family Gathering TKIT Bina Madina dan KBIT ABATA

Selesai seru-seruan bersama anak-anak, kami dipisahkan. Anak-anak diajak bermain sendiri, begitu pula para orang tua.

Anak-anak bermain meniti tali, merayap, bertani, menangkap ikan, dan diakhiri dengan berenang di kolam renang.

Family Gathering dan Outbond di Resto Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar
Outbond di Resto Kemuning

Good job, Boy! Aga anak pemberani. :)

Outbond di Resto Kemuning

Permainan untuk orang tua lebih menuntut kami untuk berkonsentrasi. Namun, meski terlihat sepele, nyatanya sering juga kami melakukan kesalahan. Maklum, orang tua banyak pikiran, wkwkwk...

Selain harus fokus, permainan ini membutuhkan stamina yang tinggi. Soalnya, kami diajak untuk melompat maju mundur, kanan kiri. Menyesal sekali karena Mama jarang berolahraga, jadi diajak lompat-lompat begitu saja, lelahnya luar biasa.

Family Gathering dan Outbond di Resto Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar
Tim Ongol-Ongol :)

Family Gathering dan Outbond di Resto Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar
Ssst, ada grup bapa-bapak juga

Alhamdulillah, regu Mama yang kami beri nama tim Ongol-Ongol jadi juara dua di permainan konsentrasi. Karena itu, kami diizinkan untuk melanjutkan ke sesi river tubing.

Meski sempat bete karena harus menunggu terlalu lama, tetapi semua terbayar ketika kami meluncur mengarungi Kali Pucung dengan ban-ban karet sejauh 1,2 km. Seruuuu... Semua bebas berteriak dan tertawa lepas. Yup, ini adalah kesempatan untuk bersenang-senang, sejenak melupakan beban dan segala kewajiban.

Seorang Mama bilang, "Lupakan hutang, saatnya bersenang-senang."

Mama yang lain menimpali, "Semoga hutangnya ikutan hanyut di kali." Hihi, ada-ada saja. Tapi kami saling mengaminkan. Siapa tahu setelah ini kita benar-benar bisa bebas dari jeratan hutang, ya kan? 😁

River Tubing di Kali Pucung
Persiapan sebelum river tubing

Family Gathering di Resto Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar
Menuju titik awal river tubing Kali Pucung

Peace, Ma! Habis ini teriak-teriak kita. Wkwkw..

Oke, siap-siap, Ma.. Kalem..

Family Gathering di Resto Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar
pintu air belum dibuka, wajah masih kalem, sempat selfie pula :)

Outbond di Resto Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar
puas banget ketawanya :D

Udahan dulu bahas utangnya. Kita kembali ke kenyataan, eh, maksudnya ke acara kemarin.

Setelah puas berteriak dan tertawa sambil menikmati arus Kali Pucung, kami pun kembali ke basecamp. Di sana, Adek Aga sudah menunggu mamanya. Huhu, sediiiih... Adek Aga sempat nangis, katanya. Maaf ya, Dek, habisnya tadi antreannya lamaaa...

Nah, setelah bebersih badan yang tadi kebasahan, kami dipersilakan untuk menikmati santap siang. Seperti yang Mama tulis di atas, menu kita adalah paket nila bakar untuk dewasa, dan paket ayam bakar untuk anak-anak.

Alhamdulillah, Adek Aga sudah makan sendiri. Kata Mama Gravish, Aga makannya banyak, tapi eh tapi, waktu lihat Mama makan, dia lapar lagi. Wkwkwk... Anak ini memang banyak makannya. Alhamdulilah..

Selesai makan siang, acara dilanjutkan dengan penyerahan kembali peserta outbond kepada pihak sekolah. Artinya, setelah ini kita akan berpamitan pulang. Dan satu per satu, orang tua dan anak-anak pun kembali menuju bis masing-masing.

Eit, tapi di WAG Komite, tiba-tiba ada yang mengingatkan, "Bund, panitia ngga foto bersama?"

Wah, Mama langsung ajak semua panitia untuk turun dari bis dan menuju ke dekat kolam renang. Momen ini tidak boleh terlewatkan, bukan? Apalagi, outfit kita sudah seragam. #tetep 😁

Family Gathering di Resto Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar
segenap ustadzah dan rekan-rekan panitia

Setelah puas cekrak-cekrek, kami kembali ke bis. Alhamdulillah, banyak hal yang kami syukuri. Cuaca yang cerah hingga kami puas bermain, juga perjalanan pergi pulang yang lancar tanpa ada halangan.

Alhamdulillah, tsumma alhamdulillah. Dan seiring dengan berakhirnya acara Family Gathering ini, berakhir pula tugas saya. Kalau diibaratkan, rasanya seperti sebongkah batu terangkat dari kepala. Beberapa hari jelang hari H, kepala rasanya beraaat, tapi Alhamdulillah sekarang sudah kembali enteng. Hehe...

Ya, benar kata Eyang Nelson Mandela. Sesuatu selalu tampak tidak mungkin hingga ia selesai dikerjakan.

It always seems impossible until it’s done. 

Dan dari lubuk hati yang terdalam, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kerja sama seluruh ustadzah, rekan-rekan panitia, juga Abi/Ummi sekalian. Tanpa support dan kerja sama yang baik, acara ini tak akan berjalan dengan mudah. Mohon dimaafkan apabila ada banyak kekurangan. Karena sekali lagi, ini adalah kali pertama saya diberi tanggung jawab yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Akhir kata,

Ikan bawal dimakan buaya
Buaya darat bikin sengsara
Mohon maaf jika ada salah dan lupa
Karena diri ini hanya manusia biasa

Eeaaa... Ya, itulah keseruan Family Gathering dan Outbond di Resto Kemuning Bersama TKIT Bina Madina dan KBIT ABATA. Sampai jumpa di event seru lainnya... :*

NB: Foto-foto di atas merupakan hasil bidikan ustadzah



Ditulis dengan Cinta, Mama
Read More

Bagaimana Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak?

Tuesday, January 14, 2020

Halo, Ma ... Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah Generasi X, Generasi Y, Generasi Z, sampai Generasi Alpha, kan? Namun, sudah pahamkah kita dengan istilah ini? Salah satu generasi tersebut konon lebih tertarik untuk bermain gadget dibandingkan melakukan aktivitas lainnya. Generasi yang manakah itu? Dan bagaimana pula cara menghentikan kecanduan gadget pada anak? Simak terus tulisan Mama Kepiting, yaa ...

Tips Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak
Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

Sebelum ke mana-mana, kita kenali dulu yuk, pengelompokan generasi berdasarkan tahun kelahiran ini.

1. Tradisionalis
Generasi Tradisionalis adalah generasi yang terlahir di antara tahun 1922-1945. Meski jarang disebut, tapi kita harus berterima kasih pada generasi ini, karena sebagian besar dari mereka merupakan veteran yang berjiwa patriotisme tinggi. Mereka merupakan saksi sejarah peristiwa besar di muka bumi.

Ya, terlahir di masa Perang Dunia II yang juga disebut zaman "The Great Depression", nenek moyang kita harus hidup dengan kondisi serba kekurangan. Namun, karena tempaan hidup inilah, kemampuan mereka dalam memimpin di dunia kerja pun tidak perlu diragukan lagi.

2. Baby Boomers
Baby Boomers adalah generasi yang terlahir di tahun 1946-1964. Ya, mungkin orang tua kita termasuk di dalamnya. Generasi ini terlahir di era pemulihan pasca perang. Di masa ini, orang-orang sudah mulai memikirkan karir atau pekerjaan, karena keamanan hidup tak lagi terancam.

3. Generasi X
Untuk Generasi X atau generasi yang terlahir di tahun 1965-1980, kehidupan antara pekerjaan, pribadi dan keluarga sudah jauh lebih seimbang. Generasi ini juga sudah mengenal komputer dan video game versi sederhana.

4. Generasi Y
Generasi Y disebut juga dengan Generasi Milenial, dan terlahir di antara tahun 1981 - 1994. Bisa dibilang, generasi ini pembawaannya lebih santai dibanding generasi sebelumnya. Namun, meski terkesan cuma kebanyakan senang-senang, dari generasi ini bisa terlahir bermacam-macam startup, lho. Wehehe, jadi bangga deh ...

5. Generasi Z
Sering disingkat Gen Z, generasi yang terlahir antara tahun 1995 - 2010 ini dikenal tak bisa lepas dari gadget dan aktivitas media sosial. Namun, jangan negative thinking dulu, karena banyak dari mereka yang menggunakan media sosial ini untuk mencari rezeki. Lihat deh, selebgram-selebgram atau YouTubers itu mayoritas merupakan Gen Z, bukan?

6. Generasi Alpha
Nah, ini yang akan kita bahas. Generasi yang terlahir setelah tahun 2010, disebut dengan Generasi Alpha. Bisa dibilang, begitu brojol, generasi ini langsung mengenal gadget. Bagaimana kehidupan mereka di masa yang akan datang, tentu tergantung orang dewasa yang ada di sekitar mereka. Karena Generasi Alpha tertua masih berumur 9 tahun, yang mana masih usia anak-anak.

Meski Generasi Alpha adalah generasi yang paling akrab dengan gadget, tegakah kita membiarkan mereka tergantung dengan alat ini? Sementara kita tahu, di samping manfaat dan kemudahan yang ditawarkan alat ini, ada pula dampak buruk yang menyertai. Tak hanya berpengaruh pada fisik (kesehatan anak, seperti pada mata dan tulang / postur tubuh), tetapi juga pada jiwa anak.


Maka dari itu, yuk, sebelum terlambat, kita sama-sama berusaha agar anak-anak kita bisa menggunakan gadget dengan bijak. Mama Kepiting sudah merangkum beberapa tips yang bisa Mama coba.

1. Batasi penggunaan

Kelihatannya mudah ya, "cuma" ngasih batasan waktu saja? Hmm, jangan salah, Ma! Kadang sebagai orang tua, rasa ngga tegaan kita lebih besar. Kita sering kalah dengan tangisan atau ngambek-nya anak-anak. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena Mama Kepiting dulu seperti itu, Ma. LoL.

"Udah lah, daripada nangis melulu, kasih aja tambahan waktu." 
"Gapapa deh, biar anteng. Mama masih sibuk soalnya."

Jangan begitu ya, Ma! Sekali kita lembek, anak-anak akan tahu kelemahan kita.

Screen Time yang disarankan untuk anak-anak
Screen Time yang disarankan untuk anak-anak

Dan, yuk, kita patuhi screen time yang disarankan oleh The American Academy of Pediatrics (2013) dan Canadian Paediatric Society (2010), yaitu;
- Anak-anak < 2 tahun, tidak dianjurkan untuk mengakses segala jenis gadget sendirian
- Anak-anak 2-4 tahun hanya diperkenankan mengakses gadget maksimal 1 jam per hari
- Anak-anak > 5 tahun hanya diperbolehkan mengakses gadget maksimal 2 jam per hari

2. Perbanyak aktivitas anak

Terkadang, seperti orang dewasa, anak-anak juga "ngga tau mau ngapain". Akhirnya, karena mungkin orang tuanya pegang gadget, anak-anak juga ingin melakukan hal yang sama.

"Koq Mama sama Papa asyik banget sih? Aku pengen juga deh..." Semacam itu.

Maka, lebih baik jika kita membuat anak-anak sibuk. Ikutkan ekstra kurikuler di sekolah, misalnya. Atau ajak anak untuk mengikuti kelas musik, olahraga, atau apapun yang ia suka, tentu selain bermain gadget. Kegiatan seperti ini juga sekaligus mengajarkan anak untuk bersosialisasi dan memperluas pergaulan.

3. Berikan mainan pengganti yang tak kalah menarik

Tentu kita tahu, secara naluriah, anak-anak menyukai mainan. Namun, terkadang kita suka memaksakan kegiatan bermain sambil belajar. Betul tidak?

Beli mainan, yang dibeli mainan edukatif melulu. Xixixi... Balok lah, puzzle angka lah. Wkwkwk... Tidak salah, Ma, tapi alangkah lebih membahagiakan bagi anak jika mereka bisa bebas bermain tanpa harus ada embel-embel belajar. Plis atuh, di sekolah mereka sudah belajar, masa bermain saja harus sambil belajar juga?

Dan sesungguhnya, di dalam setiap kegiatan yang anak-anak kita lakukan, sebenarnya ada pelajaran yang bisa dipetik juga, to? Misalnya, ketika ia bermain sepeda, ia juga sedang melatih konsentrasi dan kekuatan otot kaki. Dan lain sebagainya.

Omong-omong, ini pengalaman baru kami, yaa... Beberapa waktu lalu kami baru saja membelikan Mas Amay sepeda, menggantikan sepeda kecilnya yang sudah rusak. Sekarang, setiap pulang sekolah, Mas Amay langsung mengambil sepedanya. Dia sama sekali tidak mengingat game di komputer. Saya pun sudah tidak perlu susah-susah lagi mengingatkannya untuk berhenti bermain game. Bahkan di hari Sabtu dan Minggu pun, ia hanya menyentuh komputer selama beberapa menit saja. Padahal, ia hanya boleh bermain game di weekend saja.

Luar biasa, ya? Selama ini kami sudah susah payah mengatur waktu bermain game, sampai kadang harus marah-marah juga ketika Mas Amay tidak ingat waktu, tapi ternyata "cuma" sepeda jawabannya. LoL.


4. Temani mereka bermain

Membeli aneka mainan tentu membuat anak-anak bahagia. Namun, ingat-ingat deh, Ma. Bagaimana rasanya ketika kita kecil dulu orang tua kita ikut bermain dengan kita? Double bahagia kan?

Saya ingeeett banget waktu ibu saya dulu ikut main bola bekel bareng saya dan teman-teman. Rasanya luar biasa dan ngga akan pernah saya lupa. Jadi, mulai sekarang, luangkan waktu untuk bermain atau berkegiatan dengan anak-anak yuk, Ma!

Mama bisa berkreasi membuat mainan dari magnet, misalnya. Atau mengajak mereka membuat cemilan kesukaan seperti; Pisang Pasir atau Puding Puyo?

5. Berikan contoh yang baik

Kekuatan kata akan kalah dengan kekuatan keteladanan. Betul, Ma? Jadi, jika kita ingin anak-anak tumbuh dengan baik, berikan teladan yang baik pula. :)

~~~

Nah, itu dia 5 tips yang sudah saya lakukan untuk mengurangi kecanduan gadget pada anak. Jika masih belum berhasil, Mama bisa minta bantuan pada ahli. Atau, bisa juga kita meminta bantuan pada guru atau orang yang disegani oleh anak kita. Terkadang memang ada anak yang lebih patuh pada guru dibanding pada orang tua, bukan? Bismillah ya, Ma...



Ditulis dengan Cinta, Mama
Read More