Review Film Soul

Thursday, January 7, 2021

 

Review Film Soul
 

Mengawali tahun 2021, Mama Kepiting, Papabebi dan anak-anak bersama-sama menonton film baru berjudul Soul. Film yang bisa ditonton secara streaming di Disney Plus ini mengisahkan tentang seorang pria bernama Joe Gardner (Jamie Foxx) yang bercita-cita menjadi seorang pemain piano profesional.

Sedih, ketika impian Joe hampir terwujud, sebuah kecelakaan terjadi. Ia terjatuh ke dalam sebuah lubang got. Ketika tersadar, ia sudah berada di sebuah jalan panjang menuju kehidupan selanjutnya (semacam jembatan Shirathal Mustaqim kali, yaa).

Joe frustrasi. Ia tak mau mati. Ia ingin tampil dalam pertunjukan bersama Dorothea Williams, karena baginya, ini adalah kesempatan untuk mewujudkan mimpinya. Joe pun berusaha kabur dari tempat itu, sekuat tenaga.


Review Film Soul


Berhasil? Ternyata, ia malah masuk ke kehidupan sebelum kehidupan (before life). Jadi, ada calon-calon bayi di sini. Calon-calon bayi ini sedang mengantri pembagian sifat. Semacam lauhul mahfudz mungkin. 😂

Di tempat ini, Joe bertemu dengan 22. Setelah 22 muncul, jalan ceritanya menjadi semakin menarik. 

22 adalah jiwa yang unik, meski ia, katanya, berkali-kali gagal menjadi manusia hingga ia benci harus kembali ke bumi. Ia merasa jadi manusia tuh ya gitu-gitu aja. Ia sulit menemukan "sparks" atau "percikan api" atau bisa dibilang, passion

Joe pun bertugas untuk membantu 22 menemukan passion-nya agar badge atau lencana 22 bisa sempurna. Lencana ini diperlukan apabila sebuah jiwa ingin menjalani kehidupan di bumi. Jika Joe berhasil, 22 akan memberikan lencana itu kepada Joe, agar jiwa Joe bisa kembali ke dalam raganya.

Nah, apakah Joe berhasil membantu 22 menemukan passion-nya dan bisakah Joe kembali ke bumi lalu tampil bersama Dorothea quartet seperti impiannya? Tonton filmnya aja, yaa... Kalo diceritain di sini, nanti ngga seru. 😊

Review Film Soul


Btw, film ini mengingatkan saya pada film Coco. Pasti udah pada nonton Coco kan? 

Menurut saya, ada persamaan antara Soul dengan Coco. Apa saja? 

1. Sama-sama mengangkat tema tentang passion dalam bermusik
2. Sama-sama menghadirkan "kehidupan di dunia lain"
3. Sama-sama happy ending dengan banyak nasihat yang bisa dipetik

Film Soul memang memiliki banyak pesan positif. Salah satunya seperti yang Mas Amay bilang, "Ketika bahagia, kita nggak boleh lupa diri. Jangan terlalu bahagia, biar nggak celaka." Ini dia simpulkan dari scene awal, ketika Joe terlampau happy saat diterima untuk tampil bersama Dorothea. Jalan serampangan, hingga tak menyadari bahwa di depannya ada lubang.

Nasihat lain yang bisa saya tangkap adalah, jalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Temukan passion-mu, agar hidupmu lebih bermanfaat. 

Namun...

Terkadang memang kenyataan hidup tak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Di sini, kita juga diingatkan untuk belajar "menerima". Setelah itu, kita diminta untuk menjalani apa yang sudah digariskan dengan sebaik-baiknya. Intinya sih, ikhtiar dan tawakkal adalah cara terbaik menjalani kehidupan.

Oya, sebagai ibu, saya juga diingatkan untuk selalu mensupport apapun pilihan anak-anak, asal tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mau jadi musisi kek, jadi guru kek, jadi arsitek kek, asal anak senang, why not? Seperti ibunya Joe. Memang, pada awalnya beliau menyayangkan pilihan Joe untuk serius bermusik karena hidup sebagai musisi cenderung tak punya penghasilan tetap. Namun, ketika Joe menunjukkan keseriusannya, sang ibu malah membantu menyiapkan pakaian terbaik untuk ia tampil di atas panggung.

Begitu banyak nasihat yang bisa kita petik dari film ini. Recommended pokoknya, bahkan Isyana Sarasvati pun sampai menyarankan Film Soul untuk ditonton bersama keluarga. :)


Ditulis dengan Cinta, Mama

Post a Comment